Andyan Gorust “Hellcrust” Sangat Antusias Mengikuti “Road to Tribal Pride 2017.”

Satu lagi musisi metal yang turut berpatisipasi dalam acara “Road To Tribal Pride 2017” di Metro pada 29 – 30 Juli dan Pringsewu pada 5 – 6 Agustus mendatang. Dia adalah Andyan Gorust, drummer dari band death metal, Hellcrust yang akan menjadi musisi tamu dalam gelaran yang digagas Ngehits dan GitarPlus tersebut bersama dua pentolan metal lainnya, Andre Tiranda ‘SiksaKubur” dan Morgan “RajaSinga.” Seringnya wara wiri di dunia musik metal Tanah Air, membuat ia dipercaya mengawal acara workshop, meet n greet, serta live audition Tibal Pride di kedua kota tersebut.

Dipercaya untuk menjadi mengawal band underground asal Lampung dan sekitarnya, drummer yang akrab dipanggil Gorust ini tak menyiakannya. Ia merasa antusias melihat geliat musik metal di Lampung tambah meriah dengan adanya event yang nantinya akan menampilakn SiksaKubur dan Burgerkill pada 2 Agustus mendatang di lapangan Saburai, Bandar Lampung bersama band-band lokal setempat.

Andyan Gorust mulai mengenal musik semenjak masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 5. Pamannya yang sering memainkan lagu-lagu Metallica membuat ia tertarik akan musik. Ia mulai mengenal instrument drum ketika tumbuh minat awalnya untuk bermain band. Karena saat itu banyak teman-teman jarang yang bisa dan jarang bermain drum, ia memutuskan untuk belajar drum. Meskipun saat itu ia mengakui bahwa drum tidak seperti gitar yang bisa dibawa dan dimainkan dimana-mana. Bahkan untuk memainkannya harus di studio yang memiliki peredam suara.

Lagu pertama yang ia pelajari saat awal bermain drum adalah Creep dari Radiohead dan Zombie dari Cranberries. Karena ia menyukai Lars Urich dari Metallica, maka ia mulai mempelajari lagu-lagu metal. Referensinya pun bertambah dengan mendengarkan musik-musik death metal seperti Benediction, Obituary, Napalm Death, Suffocation dan lain-lain. Di tahun 1996, ia pun membentuk SiksaKubur yang mengusung musik death metal. Setelah mengundurkan diri dari SiksaKubur, Gorust kemudian bergabung bersama Stevi Item dan Boni untuk membentu Deadsquad.

Karena para personil Deadsquad lainnya mempunyai banyak kesibukan lain dan memiliki waktu yang luang, Gorust akhirnya mendirikan Hellcrust di tahun 2011. Namun saat itu, band barunya tersebut belum dimaksimalkan. Seperti musik death metal pada umumnya, Hellcrust didominasi dengan ketukan drum yang cepat yang ditambah dengan gitar berdistorsi dan vokal growl. Namun yang membedakan Hellcrust dengan band metal lainnya di Tanah Air terletak pada musiknya yang cukup catchy, harmonic, tematik dan groovy. Semua itu dilengkap dengan lirik lagu yang cukup kuat. Semua itu bisa didengar daru dua rilisan mereka, yaitu EP “Dosa” (01) dan “Kalamaut” (2016).

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Umum
  • Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • M. Fadli Redaktur
  • Bobby Rizkiawan Redaksi

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

Goodluck Apparel

  • Graha Raya Boulevard Blok P1 No. 27 Serpong Utara,  Tangerang Selatan

Created by inisial dotcom