Mimpi Ivan F. Devota Tertuang Dalam ‘Dream.’

Butuh waktu empat tahun bagi solois dan instrumentalis Ivan Fabian Devota untuk move on dari album pertamanya. Setelah merilis Setelah merilis ‘My Way’ pada 2015 lalu, kini ia tampil engan album terbarunya yang rilis pada akhir September lalu dengan tajuk ‘Dream.’


Terdapat 10 track dalam album ini dengan beragam nuansa dan tentunya penuh dengan tantangan. Jeda empat tahun dari album pertama, membuat Ivan mempunyai energi serta sudut pandang baru dalam menginterpretasikan jalur musiknya yang jauh lebih fresh dan menarik.

Berikut adalah cerita di balik album tersebut yang diungkap langsung Ivan kepada gitarplus.id

Sudah berapa lama tidak ngeluarin rilisan?


Untuk rilisan album ada jeda empat tahun dari album pertama sampai album kedua yang sekarang ini. Kalau rilisan terakhir sih bulan lalu baru saja merilis single ‘I’m in Love’ yang di mana tracknya ada di album ‘Dream.’

Bisa ceritain konsep album ini dari segi warna musik dan tema soundnya?


Warna musik di album ini tidak jauh dari album pertama saya, unsur rock tetap ada. Namun di album ini saya lebih mengeksplore dari segi sound dan timbre instrument lain seperti saxophone, suling sunda, violin dan unsur vocal (syair)

Apa yang membedakan dengan album sebelumnya?


Tentu nya sound dan warna dari lagunya sangat jelas berbeda, jika album pertama saya hanya ada gitar, bass dan drum. Di album kedua ini lebih banyak instrumentnya dan mencoba untuk explore dengan alat musik selain gitar bass dan drum.


Untuk kali ini ada dengerin musisi atau gitaris tertentu nggak?


Tidak ada. Karena saya kalo bikin lagu jarang mendengarkan lagu atau rilisan orang lain. Dan saya hanya mendengarkan lagu saya sendiri karena semua produksi dari recording sampai mixing mastering saya yang kerjain. Ngga sempat dengerin rilisan dari musisi lain.

Lagu apa yang menjadi andalan di album ini? Kenapa lagu tersebut jadi spesial?

Tentunya main single album ini yaitu ‘Dream’, karena lagu ini menjadi tema album kedua ini yaitu tentang mimpi saya sebagi seorang musisi untuk tetap terus berkarya dan terus berada di jalan musik.

Buat musik instrumental itu tantangannya apa sih?


Manurut saya tantangan membuat musik instrumental itu adalah tanggung jawab setelah membuat lagunya. Ketika lagunya sudah jadi apakah bisa dibawakan secara live dan sama persis dengan yang direkam? Kebanyakan musisi instrumental menunjukan skillnya saat rekaman tapi ketika dibawakan secara live sangat berbeda dengan apa yang direkam. Inilah yang menjadi tantangan bagi seorang musisi instrumental. Selain itu karena dari intro sampai outro isinya solo semua jadinya tantangan banget karena harus menghafal semua melodi lagunya.

Dari semua lagu di album ini, mana lagu yang paling memiliki tantangan dalam mengeksekusinya?


Di album ini lagu yang paling susah buat saya itu ada di track 9, ‘Last Chance,’ karena ditrack ini saya menggunakan gitar tujuh senar dan di sinii saya sangat banyak bermain speed. Kalo nggak latihan susah banget bawainnya.

Di video klipnya terlihat ada pemain biola. Apa hanya di lagu tersebut? Apakah biolanya hanya berfungsi sebagai rhythm atau juga gantian untuk melodi?


Hanya di lagu Dream yang ada biolanya. Bergantian dong (untuk melodia atau lead). Karena saya juga ingin duet dengan pemain biola jadi saya menyisipkan part di mana biola harus solo dan di mana part biola dengan gitar bermain secara unison dan di mana part biola dan string section jadi pengiring melodi gitar saya.


Bagaimana cara Ivan cari sound untuk album ini?

Teruntuk gitar mungkin soundnya masih tetep rock ya namun dengan gaya modern, tetap distorsi namun tidak jadul. Mungkin dengan bantuan alat yang saya pakai seperti gitar yang memiliki pickup humbucker sudah cukup mewakili kebutuhan sound untuk di album ini.


Apa ada proyek selanjutnya yang akan digarap, baik sendiri atau proyek dengan orang lain?

Untuk proyek solo saat ini belum ada, mungkin ada rencana untuk bikin album lagi. Yang penting untuk sekarang promoin dulu album kedua saya ini. Kalo proyek lain saya ada band yang aktif di komunitas Jepangan, dan sedang berencana untuk bikin album juga dan mudah-mudahan garapannya kelar tahun ini. Mohon doanya ya!

Album ‘Dream’ dirilis terbatas sebanyak 100 kopi saja dan sudah dapat didengarkan di platform musik digital kesayangan Anda!

 

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Umum
  • Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • M. Fadli Redaktur
  • Bobby Rizkiawan Redaksi

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

Goodluck Apparel

  • Graha Raya Boulevard Blok P1 No. 27 Serpong Utara,  Tangerang Selatan

Created by inisial dotcom