Kolaborasi Dewi Yull Dan Al Jawaher Hasilkan 'Ya Tuhan'

Photo Gunawan Wibisono

Artis senior Indonesia Dewi Yull mendapat kesempatan berharga bekerjasama dengan grup nasyed populer asal Singapura,  Al Jawaher. Melalui lagu 'Ya Tuhan' dan 'Hanya Tuhan' dan diproduseri oleh Husin Saaban dari Jsmiyah Singapura, Moliano Rasmad pencipta lagu asal Sungapura, dan komposer Indonesia Chossy Pratama, kolaborasi ini menjadi penghubung dua bangsa yang sama-sama ingin mengangkat kembali musik nasyed.

Dewi Yull sendiri dipilih sebagai musisi yang dianggap melegenda di Tanah Air. Ia pun merasa tersanjung dengan tawaran itu saat pertama kali ditawarkan. 

"Alhamdulillah, ini adalah kesempatan untuk silahturahmi dengan musisi sesama Bangsa serumpun kita ," tutur Dewi Yull.

Proses pengerjaan album tersebut terbilang singkat. Hanya enam minggu yang dibuat di Tiga studio, yaitu Promidi Jakarta, Moluv Music Bandung, dan MixPr Yogyakarta. Namun, untuk pembuatan video klip, ia harus terbang ke Singapura.

"Sebenarnya waktu itu, saya lagi di Surabaya. Tiba-tiba ditelpon harus ke Singapura. Bismillsh saja,  ya saya berangkat demi Al Jawaher."

di penghujung tahun 1970, ada 9 anak gadis yang belajar mengaji dengan Ustazah Hamidah Hj Shukur. Mereka adalah warga negara dari negri jiran, Singapura, yang kemudian selain mengaji mereka juga belajar

Al-Jawaher sendiri adalah grup vokal nasyed yang terkenal di tahun 80-an di saat para personilnya masih belasan tahun. Mereka sempat mendapat  sentuhan tangan dari komposer terkenal M.Nasir, yang lagu-lagu nya pernah merajai blantika musik tanah air di tahun 90an, 'Isabela', mereka merekam dan mengeluarkan album perdana mereka 'Permata', yang diikuti dengan album-album berikutnya sampai awal 90an. 

Dalam perjalanannya Al-Jawaher mengalami pasang surut, tapi kegigihan anggotanya membuat mereka tetap bertahan, meskipun kehilangan dua anggotanya, sehingga Al-Jawaher kini beranggotakan tujuh orang saja, yang terdiri lima anggota lama dan dua anggota baru.

Dua diantara anggota yang lama adalah adik dari komposer kawakan M.Nazir. Mereka itu adalah Normala Mohd dan Hajar Mohamad, sementara 5 anggota yang lain nya adalah, Norhaiyati Yusop, Latifah Johari, Jumuyah Kasbari, Habibah Othman, Siti Rusminah Jaafar.

Al-Jawaher kembali membuat single 'Lambaian Raudah' di awal tahun 2019 lalu yang kemudian digandeng oleh Jamiyah Singapura.

Kami dari Al-Jawaher feat Dewi Yull mohon doa restu nya dan bantuannya, kira nya dapat membantu kami menyebar luaskan."

 

 

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Umum
  • Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • M. Fadli Redaktur
  • Bobby Rizkiawan Redaksi

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

Goodluck Apparel

  • Graha Raya Boulevard Blok P1 No. 27 Serpong Utara,  Tangerang Selatan

Created by inisial dotcom