Kecemburuan Adrian Adioetomo Dalam Nuansa Gelap “Burning Blood, Cold Cold Ground”

Jose Riandy

Selama ini Adrian Adioetomo dikenal sebagai pelopor bangkitnya skena blues dan pionir Delta Blues Indonesia. Ia juga telah banyak berkolaborasi dengan para musisi tanah air, antara lain Jubing Kristianto dan Kartika Jahja. Ada pula kiprahnya memainkan rock bersama Franki “Pepeng Naif” Indrasmoro dalam band “Raksasa”. Meski sering disebut sebagai seorang “Delta bluesman”, gaya bermusiknya memadukan rock, alternative, dan ‘dark country’. Pada 2017, ia meraih Anugerah Musik Indonesia award untuk lagunya “Tanah Ilusi.” 

Single yang dirilis pada 25 Februari 2021 ini berbicara tentang daya-tarik gravitasi kemurkaan dan bagaimana seseorang bisa terhisap ke dalamnya sehingga menderita pada akhirnya. Liriknya didramatisir untuk menggambarkan kesan ketidak-pedulian terhadap segalanya, termasuk diri sendiri.

"Hampir semua lagu di album ini gua enggak bicara tentang kejadiannya sendiri, namun lebih kaya ke dramatisasi kejadiannya. Seperti misalnya, apa sih kecemburuan itu, pembahasannyalah, dan lain-lain," kata Adrian dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Rabu, 24 Februari 2021 lalu.

"Kalau bahasa dangdutnya, lagu ini bercerita tentang terbakar api cemburu," kata gitaris dan vokalis kelahiran 12 Maret 1973 ini.

Secara musik, permainan gitarnya masih mengandalkan slide Delta-blues dan Bluegrass seperti pada musik Americana, namun ditabrakkan dengan avant-garde pada aransemen dan pilihan soundnya. Ini dilakukan dengan memposisikan gitar akustik yang jernih dengan sound distorsi elektrik yang nyaris “rusak”. Jika diamati lebih dekat, akan terdengar suara piano menyelinap menambahkan nuansa ‘jahat’ yang nyaris seperti zaman renaissance.

Sementara itu, melodi vokalnya banyak mengambil referensi dari ‘lolongan’ khas Delta Blues yang kesan ‘polos’nya memberi kesan kontradiktif agar seimbang.

Untuk videoklip dari single ini, Adrian masih konsisten dengan nuansa gelap, namun juga diimbangi dengan sedikit keluguan teknologi masa lalu. Hal ini didukung penggunaan potongan yang diambil dari beberapa film-bisu yang telah menjadi public domain. Estetika videoklip hitam putih ini menjadi gambaran gaya bermusik Adrian saat ini, terutama dalam lagu "Burning Blood, Cold Cold Ground". 

"Album Adrian akan dirilis secara nasional pada tanggal 28 Februari 2021, nantinya dalam CD tersebut akan berisi QR Code digital streaming yang hanya bisa diakses oleh pembeli di aplikasi Demajors yang tersedia di Google Play Store," sebut Pandu Lazuardi, perwakilan dari Demajors Records.

“Burning Blood, Cold Cold Ground” merupakan lagu pertama di album ke empat Adrian yang tak berjudul. Album yang berisi 14 lagu ini dibanderol dengan harga Rp35.000,00 dan akan dirilis 3 hari setelah perilisan singlenya.

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom