Cakra Manggabarani, Dulu Sepanggung Bareng Cella 'Kotak', Sekarang jadi gitaris Vicky Prasetyo

Mungkin banyak yang belum mengenal nama Cakra Manggabarani. Sebetulnya gitaris kribo asal Makassar ini bukan orang baru di dunia pergitaran tanah air. Tahun 2011 lalu, saat GitarPlus mengadakan kompetisi 'Rockies Guitar Battle' di parkiran Port Rotterdam Makassar, Cakra ikut menjadi peserta dan keluar menjadi juara pertama.

Sebagai juara, gitaris kelahiran 31 Oktober ini mendapat kesempatan untuk tampil sepanggung bersama beberapa gitaris nasional di event 'Guitar For Fun' yang diselenggarakan GitarPlus, yaitu Pupun Dudiyawan, Andry Franzzy, John Paul Ivan, Cella Kotak, Diat gitaris Yovie The Nuno, Andy Owen, Firman Alhakim, dan Ezra Simanjuntak. 

Di Makassar, Cakra sudah malang melintang dan cukup dikenal di kalangan musik. Bersama bandnya, The Finalis dan The Rock Company, Cakra sering manggung di event musik yang diselenggarakan di Makassar dan sekitarnya.

Namun ternyata ia tak cepat puas dengan pencapaiannya. Tahun 2015, Cakra memutuskan pindah ke Jakarta untuk mencoba meraih peruntungan di ibu kota.

"Ibaratnya saya sudah nyaman di Makassar, lalu mulai dari nol lagi di Jakarta. Awal-awal perjuangan saya terasa berat. Tinggal di kost-kost-an yang banjir, makan sehari cuma sekali, sehari harus ngulik puluhan lagu karena main reguleran di cafe dan banyak lagi," tutur Cakra saat mampir ke kantor GitarPlus. 

Tapi Cakra tak mudah menyerah. Bertahun-tahun main reguleran di cafe dan mengikuti berbagai audisi, pada tahun 2018 Cakra ditawari menjadi gitaris band metal Vicky Prasetyo, Kudeta. 

"Saya nggak pernah melihat Vicky sebagai public figure. Saya melihatnya as musician. Orang bilang dia komedian, dia public figure, dia raja gimmick, saya nggak peduli. Saya melihatnya Vicky punya karya, dia bisa nyanyi, musikalitasnya ok.. ya itu aja," ungkap Cakra yang bersama Kudeta baru menyelesaikan gig bertajuk 'Gladiatours' di beberapa kota. 

Apa yang membuat Cakra bersikeras merantau di Jakarta meskipun perjuangannya nggak mudah? Saya malu pulang ke Makassar kalau belum sukses. Jadi, apa pun kesulitan yang harus dihadapi saya tetap bertahan sampai berhasil."

Simak video lengkap obrolan dengan Cakra di Intan Podcast di Youtube GitarPlus

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom