MINANG GUITARIAN, KOMUNITAS GITAR YANG MENCINTAI MUSIK DAERAH

Masa pandemi ini dihadapi dengan positif oleh beberapa gitaris di Sumatera Barat. Berangkat dari belum adanya komunitas gitaris di Kota Gadang tersebut, mereka bersatu dan membentuk sebuah komunitas yang beranggotakan para musisi dari berbagai band ternama di Sumatera Barat. 'Minang Guitarian’, komunitas gitaris yang terbentuk pada Desember 2020 kemarin ini juga tak menutup kemungkinan untuk gitaris di kota lain untuk bergabung bersama mereka. Saat ini, 'Minang Guitarian' beranggotakan 15 gitaris dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Banyak anggota ‘Minang Guitarian’ yang sudah berkiprah di panggung-panggung besar dengan konsep solo guitar, salah satunya adalah Robby Aesthetic dengan karyanya, ‘Manyaru’, yang telah dipentaskan di banyak acara besar di Sumatera Barat. Ada pula project milik ketua komunitas, Jumaidil Firdaus, yang mentransformasikan teknik dalam memainkan instrumen-instrumen musik tradisi Minangkabau ke dalam instrumen gitarnya. 

Dijelaskan oleh salah satu anggota 'Minang Guitarian’, Arry Tarra, bahwa atas dasar pengalaman beberapa pendirinya itu, maka digagaslah ’Minang Guitarian’ dengan konsep gitaris yang mempunyai kecintaan terhadap musik daerahnya.

“Di kalangan pemain gitar untuk menyalurkan bakat dan minat berkarya instrumental cukup sulit, karena seorang pemain gitar akan membutuhkan pemain gitar lainnya untuk mendiskusikan ide-ide dalam berkarya, jadi bermula dari semangat untuk berkarya bersama," ungkapnya kepada Tim GitarPlus.

“Karena ada gitaris rumahan atau sekadar hobi, ada juga gitaris yang profesional, alangkah baiknya jika berkumpul dalam suatu wadah, untuk menyalurkan bakat dan minat bermusik baik dalam bentuk jamming, karya solo, ataupun kolaborasi,” lanjut Yudi Iyuak.

Semenjak dibentuk, ’Minang Guitarian’ aktif berkumpul semenjak PSBB di Padang mulai dilonggarkan untuk sekadar jamming dan membawakan ulang beberapa lagu untuk saling menyatukan intuisi para anggotanya. Selain itu, masing-masing anggota juga tengah mempersiapkan materi karya instrumental gitar mereka sendiri untuk album kompilasi yang rencananya akan dirilis pertengahan tahun ini.

Untuk ke depannya, mereka yang dapat disapa melalu akun Instagram @minang_guitarian ini berharap kondisi pandemi segera membaik dan acara musik dapat segera berjalan seperti sedia kala. 

“Semoga acara-acara musik perlahan dapat berangsur normal dan komunitas musik saling bahu membahu menghidupkan kembali ekosistem berkesenian di Sumatera Barat," tutup Fajar Khaze.

 

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom