Kunjungan GitarPlus ke Pabrik Gitar Vicente Carrillo di Spanyol

Di Spanyol ada sebuah desa yang sangat terkenal memiliki tradisi membuat gitar, desa itu bernama Casasimaro. Tradisi ini sudah berumur  ratusan tahun, dimulai dari Juan de la Mata Alarcon (1775) hingga melahirkan beberapa pembuat gitar terkenal lainnya. Salah satunya adalah Vicente Carrillo, yang kini disebut-sebut sebagai salah satu pembuat gitar terbaik di dunia. Julukan tersebut tentu nggak berlebihan, pasalnya sudah banyak gitaris terkenal yang menggunakan gitar buatannya. Sebut saja Paco de Lucia, John McLaughlin, Keith Richards, Mike Oldfield, Tomatito, Niño Josele, Cañizares, Habichuela, Diego del Morao dan Antonio Rey. Beberapa waktu lalu, GitarPlus mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke pabrik gitar Vicente Carrillo di Casasimaro, Spanyol dan berhasil mengabadikan beberapa termasuk melakukan sesi wawancara dengan Vicente Carrillo III.

Menurut Vicente Carrillo,  sejarah awal gitar buatan keluarganya berawal ketika nenek moyangnya pergi ke Granada untuk suatu urusan. Sambil menunggu urusan itu selesai, di sana ia mengisi waktu dengan mempelajari cara membuat gitar. Bukan kebetulan belaka tentunya. Mengingat  Granada - lebih tepatnya Andalusia - adalah daerah yang memiliki tradisi kuat dalam bermain gitar. Dan sekembalinya dari Granada, nenek moyang Vicente mewariskan kebiasaannya tersebut kepada anaknya, yang akhirnya berkembang menjadi tradisi dalam keluarganya.

“Kemudian pada akhir abad ke-19 kakek buyut saya yang bernama Blass Carrillo Alarcon membuat sejarah atas keberhasilannya menjual gitar buatannya ke luar Spanyol seperti ke Argentina dan Filipina. Pada waktu itu, kedua negara tersebut adalah koloni dari Spanyol.  Lalu pada tahun 1927 anak dari kakek buyut saya yang bernama Vicente Carrillo I mengikuti Expo Sevilla dan gitar buatannya berhasil mencuri perhatian Ratu Victoria Eugenia de Battenberg lantaran terdapat banyak hiasan dari ukiran-ukiran yang sangat cantik. Beliau ingin sekali membeli gitar itu, sayangnya gitar itu sudah dipesan oleh orang lain,” kisah Vicente Carrillo III.

Kejadian tadi dengan serta merta menjadi pusat perhatian dan membuat nama Vicente Carrillo Guitar semakin dikenal hingga sekitar tahun 1960-an anak dari Vicente Carrillo I yang bernama Vicente Carrillo II berhasil melebarkan pasar penjualan gitarnya hingga ke Amerika, Jepang dan Meksiko. Namun pada tahun 1971 Vicente Carrillo II meninggal dunia di usia muda sehingga Vicente Carrillo III diberikan pilihan oleh ibunya antara meneruskan usaha keluarganya atau pergi keluar negeri untuk belajar di sebuah universitas.  

“Pada waktu itu usia saya masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Lalu saya memutuskan untuk meneruskan usaha keluarga ini, tapi karena saya belum dikenal oleh siapa-siapa dalam membuat gitar membuat kondisi ini sangat sulit. Saya memutuskan untuk belajar lagi kepada beberapa pembuat gitar terbaik di Spanyol seperti Angel Benito Aguado dan Jose Romero dari keluarga Ramirez. Ini salah satu aspek yang membuat Vicente Carrillo Guitar bisa dikenal seperti sekarang. Namun nggak bisa dipungkiri, ambil bagian di acara expo dan eksis internet juga menjadi faktor yang sangat membantu,” lanjutnya.

Tapi yang paling membuat Vicente Carrillo Guitar lebih dikenal adalah ikatan kerja sama antara mereka dengan Paco de Lucia. “Kami sudah bekerja sama dengan Paco de Lucia selama 9 tahun, Paco selalu menggunakan gitar kami, kebanyakan untuk rekaman dan promosi gitar Vicente Carrillo ini. Untuk konser, dia nggak menggunakan gitar kami, karena menurutnya hampir selama 25 tahun lebih dia selalu menggunakan gitar pribadinya, karena merasa lebih nyaman dengan register suaranya dan sudah terbiasa.  Banyak artis lain juga yang seperti itu, ketika live konser mereka memilih menggunakan personal instrumen.”

Dalam memproduksi gitar, Vicente Carrillo III nggak pernah menargetkan jumlah yang akan dibuatnya. Tapi saat ini ia memiliki lima karyawan yang mampu membuat 8-10 gitar dalam waktu sebulan. Menurut Vicente, meski mampu membuat lebih dari 10 gitar namun mereka lebih memprioritaskan kualitas dari gitar yang dibuatnya. Dan faktanya, mereka nggak pernah bisa berhenti membuat gitar karena setelah selesai membuat satu gitar, sudah ada pesanan yang menanti untuk dibuat. Setelah itu, mereka memasarkannya melalui distributor-distributor yang ada di berbagai negara seperti Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Australia dan Jepang. Khusus di Negeri Sakura, Jepang, Vicente bahkan memiliki dua distributor sekaligus. Satu khusus gitar klasik dan satunya untuk flamenco.

Selain gitar, pabrik gitar Vicente Carrillo juga membuat instrumen lain yang berasal dari Spanyol seperti ada laud, contralto, bandurria, mandolin, archilaud dan beberapa instrumen yang nggak umum seperti gitar dengan 8 senar, 13 senar, dll. Nggak perlu heran jika pada tahun 2010 Vicente Carrillo III berhasil mendapatkan penghargaan Artisan National Prize, yakni sebuah penghargaan yang diberikan kepada pembuat gitar terbaik. Dan ini merupakan kali pertama dalam sejarah ada pembuat gitar yang mendapatkan penghargaan yang sama dengan ayahnya setelah ayahnya mendapatkan penghargaan tersebut di tahun 1970.

Untuk gitar sendiri, kata Vicente, saat ini material yang digunakan sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Nggak seperti dulu yang segalanya harus berasal dari kayu. “Salah satu yang memberikan benefit dalam perkembangan gitar sekarang adalah unsur-unsur mekanik dengan menggunakan material selain kayu. Dulu, semuanya dibuat dari kayu sehingga cukup repot juga, contohnya untuk tuning machine dulu dibuat manual dari kayu hasilnya tentu beda dengan material yang sekarang. Lalu untuk bahan kayu sebagai material utama untuk membuat gitar, saat ini kami sudah menggunakan macam-macam jenis kayu dari seluruh dunia. Misalnya rosewood dari India atau Brazil, cedar dari Kanada, dll. Dulu semua menggunakan bahan kayu lokal, sampai untuk mengecat gitarnya kami menggunakan bahan yang berwarna merah dari tanah,” pungkasnya.

Tag

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Umum
  • Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • M. Fadli Redaktur
  • Bobby Rizkiawan Redaksi

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

Goodluck Apparel

  • Graha Raya Boulevard Blok P1 No. 27 Serpong Utara,  Tangerang Selatan

Created by inisial dotcom