Edo Widiz Voodoo, "Untung Reza Artamevia Nggak Jadi Masuk Voodoo"

Vooodoo adalah band progresive rock Indonesia yang populer di tahun 90-an. Salah satu lagu hitsnya, 'Salam Untuk Dia' yang terdapat di album kedua bertajuk W.O.B (Wes Ojo Bingung) mengantarkan Voodoo ke puncak popularitasnya.

Band yang terbentuk sejak tahun 1991 ini sempat bolak-balik bongkar pasang personil. Lalu bagaimana kabar Voodoo sekarang?

"Masih ada. Sebelum pandemi kami masih rutin latihan seminggu sekali," tutur Edo Widiz, gitarisnya saat berkunjung ke redaksi GitarPlus.

Saat ini formasi Voodoo diperkuat oleh Edo Widiz (gitaris), Novy Rock (vokal),
Arya Setiadi (bass) dan Denny (drum).

"Awal Voodoo itu adalah saya, Doddy Katamsi, sama Awan (Adman Maliawan). Sebelum Voodo, namanya NFL. Drummernya adalah Ari. Saat itu kami masih SMA," kenang gitaris yang pernah diendorse gitar Fender, Jackson dan Yamaha. Saat ini, Edo mempunyai merk gitar sendiri bernama Widiztortion.

Setelah lulus SMA, semua personil berpencar. Tapi band tetap dianjutkan dengan formasi berbeda, posisi drum diisi oleh Ossa Sungkar. Nama band diganti menjadi Voodoo dan 12 Juli 1991 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Voodoo.

Voodoo lalu mulai rekaman album pertama. "Lagi rekaman di studio Voodoo, namanya BDL Studio, tiba-tiba Doddy menghilang. Ternyata Doddy mau masuk Elpamas. Jadi harus cari vokalis lain," cerita Edo lagi.

Kebetulan saat itu Voodoo mempunyai crew bernama Ophie Danzo yang suka menyanyi.

"Suaranya bagus, tapi njomplang sama suara Doddy. Kalau dia nyanyi, suara gitar gue kecilin. Terus gue latih dulu dan berhasil."

Begitu rekaman album pertama selesai dan mau masuk album kedua, Awan keluar dari band karena mau fokus kuliah. Masuklah Ateng menggantikan posisi Awan.

Ketika album kedua bertajuk W.O.B (Wes Ojo Bingung) rilis, pada saat hendak tour konser promo album keliling Indonesia, Ophie tiba-tiba memutuskan hengkang dari Voodoo. Masuklah Yoyok Ragil dari Jet Liar mengisi posisi Ophie.

"Sebelum Yoyok masuk, sebetulnya gue sempet ngajak Reza Artamevia jadi vokalis Voodoo, karena dia tetangga gue, temen kecil gue. Saat itu Reza belum punya album sendiri. Reza sudah sempat ngafalin lagu-lagu Voodoo, tapi akhirnya nggak jadi masuk Voodoo," ujar Edo yang ternyata pernah keluar juga dari Voodoo, tapi kemudian kembali lagi.

"Untung Reza nggak jadi masuk Voodoo," kata Edo lagi. Kenapa?

Jawabannya ada di video Intan Podcast berikut ini

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom