Ale Funky Asia's Got Talent, Tak Mudah Menyerah Hanya Karena Kalah

"Kita gagal dalam satu hal itu jangan menyerah. Karena pasti ada keberuntungan yang lain."

Demikian salah satu prinsip yang dipegang oleh Ale Funky, gitaris asal Bogor yang dengan modal nekat dan berani, berhasil menembus panggung Asia's Got Talent.

Di Malaysia, Ale berkompetisi dengan talent-talent berbakat dari seluruh Asia serta menghadapi juri yang kalibernya tak main-main, di antaranya David Foster dan Anggun C Sasmi. Di negara orang, sendirian, dengan bahasa Inggris yang pas-pasan.

Gitaris bernama asli Ari Kurniawan ini memang tak berhasil meraih gelar juara, hanya lolos sampai babak semi final. Tapi setelah itu banyak peluang yang terbuka untuknya. Direkrut jadi gitaris Candil, diendorse Schecter gitar, dan diajak menjadi model iklan dan hanya beberapa di antaranya.

Perjalanan sukses seorang Ale Funky jelas tidak mudah. Ia pertama kali menekuni solo gitar saat lulus SMA sekitar tahun 2013. Waktu itu GitarPlus mengadakan kompetisi gitar untuk menyaring gitaris-gitaris yang akan tampil di event Gitaran Sore Cimahi, Jawa Barat.

Ale naik motor dari Bogor ke Cimahi untuk mengikuti kompetisi itu, lalu tampil total di panggung dengan kostum yang dipersiapkan dengan sangat niat, dan berhasil meraih juara 1.

"Waktu itu Ale sempat tidur di pom bensin," kenang Ale saat bertandang ke kantor redaksi GitarPlus.

Setelah itu pria yang memiliki sekolah musik bernama Rockschool di Bogor ini rajin ikut berbagai kompetisi gitar, baik offline maupun online. Ale tak selalu menang. Ia kerap juga kalah, tapi tak pernah menyerah.

Salah satu contohnya, gitaris kelahiran 7 Mei 1992 ini sempat ikut Super Gitar Competition yang diadakan Supermusic.id dan GitarPlus tahun 2014. Ale masuk final pun tidak. Tapi tahun depannya ia mencoba lagi dan berhasil jadi juara 1.

Sukses memang butuh proses. Dan Ale membuktikan kalau setelah proses panjang yang dilaluinya, ia berhasil menggenggam sukses.

Cerita lengkap perjuangan Ale dari nol sampai menjadi seperti sekarang ini bisa disimak di video berikut ini

 

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom