Tashoora, Pindah Ke Jakarta Karena Tak Ingin Kehilangan Kesempatan

Tiga personil inti band Tashoora, Danang Joedodarmo, Gusti Arirang dan Dita Permatas, kompak tidak hanya dalam hal bermusik, tapi juga di kehidupan sehari-hari. Sejak pindah ke Tangerang Selatan sekitar 3 bulan yang lalu, mereka tinggal berdekatan.

"Rumah kami sebelahan," tutur Danang mewakili teman-temannya saat bertandang ke redaksi GitarPlus. "Malah waktu awal pindah ke Jakarta, Gusti dan Dita sekamar," sambungnya.

Sebelum menetap di Tangsel, personil band asal Yogyakarta ini memang terlebih dulu tinggal di Jakarta sejak tahun 2019, tepatnya setelah merilis album pertama bertajuk 'Hamba Jaring Cahaya, Hamba Bela Gelapnya.'

Apa yang membuat Tashoora memutuskan pindah ke Jakarta?

"Sejak 2017 memang setiap kontak, setiap email, setiap telpon itu kami catat dan 70% yang menghubungi untuk mengundang acara itu dari Jakarta," tutur Danang yang juga menjadi manager di band ini.

Danang mengaku, "Kami jadi sering kehilangan kesempatan manggung di festival-festival atau pensi-pensi di Jakarta karena domisilinya di Yogya, sehingga habis di ongkos, berat di penginapan. Apalagi di awal-awal dulu kami berdelapan."

Tak lama setelah pindah ke Jakarta, ternyata pandemi melanda. Konser-konser off air berhenti. Namun, Danang, Gusti dan Dita tidak tinggal diam. Mereka tetap memiliki banyak aktivitas, di antaranya tampil di konser-konser online dan menjadi volunteer KPDP (Kampanye Penggalangan Dana Publik) di LBH Jakarta.

Seperti apa keterlibatan Tashoora di LBH?

"Karena kami basic-nya bukan Hukum, jadi nggak bisa ikut advokasi langsung, nggak bisa ikut sidang. Jadi setiap kali ada kampanye atau program penggalangan dana publik ya kami ikut membantu mengurus program-programnya."

Saat ini Tashoora sedang menggarap sebuah project dengan seorang kawan dari bilangan Jakarta Barat yang masih dirahasiakan.

Cerita selengkapnya podcast dengan Tashoora bisa dilihat di video berikut ini

Tag

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom