KOLABORASI DUL DJAELANI DAN GIRING GANESHA DALAM LAGU ‘BURUNG GEREJA’

Dul Djaelani rupanya telah menciptakan sebuah lagu yang dibawakan oleh Giring Ganesha sejak 5 tahun lalu dan belum pernah dirilis. Dengan sebuah pemikiran yang matang, akhirnya di tahun ini mereka keluarkan untuk para penggemarnya. Para penggemar sebenarnya telah lama mengetahui keberadaan lagu ‘Burung Gereja’ ini.

Giring merasa bersyukur diberi kepercayaan untuk membawakan lagu ini. Ia mengungkapkan bahwa lagu ini sangat spesial, karena diciptakan ketika Dul berumur 16 tahun, saat dirinya sedang jatuh cinta dengan seorang wanita. Makna dan pesan dari lagu ‘Burung Gereja’ yakni untuk tetap dapat memberikan cinta dan tetap mencintai dengan tulus dan tanpa syarat. Karena memberikan cinta lebih baik ketimbang mencari cinta. Mereka berharap, pendengar dapat menikmati lagu yang rilis pada 28 Mei 2021 dan sudah dapat dinikmati di berbagai kanal musik digital.

“Lagu ini bercerita tentang sosok yang mencintai seseorang dengan begitu dalamnya. Sehingga kedalaman cintanya ingin diketahui oleh orang yang dicintainya. Dan ia tak bisa hidup tanpa orang yang dicintainya karena ia membutuhkannya. Lagu ini sifatnya universal, dapat ditujukkan untuk kekasih, orang tua, teman, sahabat, pacar dan lainnya,” jelas Dul Djaelani.

Putra bungsu Ahmad Dhani ini bercerita tentang awal kerjasama dengan Giring dalam lagu ‘Burung Gereja’, Dul bertemu dengan Giring di konser ‘Padi Reborn’ ketika ia menjadi bintang tamu. Ia mendengar kabar bahwa Giring sedang mencari lagu.
“Aku samperin dan aku tawarkan beberapa lagu. Pas dengar lagu ‘Burung Gereja’ ini, Kak Giring langsung suka. Terus besoknya kita janjian di rumahku. Aku kasih lagu ini dan Alhamdulillah Kak Giring mau,” kenangnya.

Mereka merasa jika project ini sangat spesial karena bekerjasama dengan menggandeng Pay sebagai music producer, Stevan Santoso selaku mastering dan Upie Guava sebagai director video.
“Lagu ini sudah ada dari tahun 2016. Awalnya ingin aku nyanyikan sendiri. Cuma aku ngerasa lebih enak orang lain yang menyanyikannya. Lalu aku mau kasih ke Dewa 19 dan mereka udah oke tinggal rekaman. Tapi aku pikir kapan aku bisa lepas dari bayang-bayang Ayah kalau aku kasih ke Dewa 19. Jadi aku memutuskan untuk kasih lagu ini ke Kak Giring.” jelas Dul.

 

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom