‘SAGA’: GAIRAH JIWA LELUHUR DALAM LANTUNAN MUSIK GERALD SITUMORANG

Gitaris kenamaan Gerald Situmorang baru saja merilis EP bertajuk ‘SAGA’, selang dua tahun dari album Meta kolaborasi dengan Sri Hanuraga 2019 lalu serta ‘Pikiran dan Perjalanan’ bersama Barasuara. Gerald merilis EP Saga ini selama kurun waktu tiga minggu, dengan merilis single yang melengkapi tiga bagian berurutan tiap minggunya dalam kurun waktu tersebut.

“Gua lagi banyak terinspirasi dengan cerita unik-unik dan seru dari para nenek moyang atau leluhur dan juga sering berdiskusi dengan teman-teman dekat gua, yang akhirnya memberikan imajinasi dan cerita sendiri ke dalam sebuah musik,” ungkapnya melalui akun Instagram pribadinya.

‘Tapak Tilas’ dipilihnya sebagai single pembuka sebagai gambaran personal dari GeSit (panggilan akrab Gerald Situmorang) yang dipicu sepeninggal neneknya.

“Kakek gua seorang Brigadir Jenderal TNI AD yang meninggal di usia cukup muda (42 tahun) di tahun 1960 dan meninggalkan nenek gua pada saat dia masih berumur 27 tahun untuk menghidupi anak-anaknya 5 orang seorang diri, bahkan mama gua juga masih di kandungan pada saat itu, jadi ga sempat berjumpa dengan ayah tercintanya.
Lagu ini gua dedikasikan untuk membayangkan perjuangan kakek dan nenek gua yang berjuang untuk bisa memberikan kedamaian dalam kehidupan keluarga kami dan gua sebagai cucunya!” ceritanya di akun Instagram pribadinya.

Beberapa musisi kenamaan juga terlibat dalam pembuatan EP ‘Saga’ ini, seperti Sri Hanuraga, Marco Steffiano, Yandi Andaputra,, Rishanda Singgih dan Faiman Khan. EP ini berisi 3 lagu, yakni ‘Tapak Tilas’, ‘Maharaja’ dan ‘Sampai di Sini’. Pada single kedua dalam EP Saga, ‘Maharaja’, yang rilis 17 Juni lalu, Gerald mendedikasikan lagu ini untuk leluhurnya.

“Ini adalah komposisi yang gua dedikasikan untuk Pahlawan Nasional Indonesia, Sisingamangaraja XII, kakeknya ompung gua. Dari dulu banyak diceritakan keluarga gua mengenai kisah-kisah unik yang penuh mistis dan juga kesaktian serta jurus-jurus dari Sisingamangaraja XII. Cerita-cerita seperti inilah yang memberikan fantasi serta imajinasi gua dalam membayangkan komposisi musik,” cerita Gerald di akun instagramnya.

Terdapat santoor, instrumen tradisional India, yang dimainkan oleh Faiman Khan, musisi asal India, dalam single ‘Maharaja’. Menurutnya, kata ‘maharaja’ sendiri identik dengan India. Gerald berharap lagu ‘Maharaja’ dapat merepresentasikan energi dan misteri dari Sisingamangaraja XII setidaknya untuk dirinya sendiri.

EP Saga ditutup dengan single ‘Sampai di Sini’ yang rilis pada 25 Juni kemarin dan akhirnya melengkapi kepingan puzzle musik karya pria yang lahir 31 Mei 1989 ini. Saat ini, seluruh lagu dalam EP Saga sudah dapat dinikmati di berbagai kanal musik digital.

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom