MATS: BANYAK DRAMA DALAM PROSES REKAMAN SINGLE ‘DRAMA’

Jalan yang terjal tampaknya malah menjadi jalan keluar bagi para anggota ‘Meet After The Storm’ (MATS). Band asal Palembang ini terbentuk pada 6 Juni 2016 setelah melewati banyak badai di band lama masing-masing anggotanya. Mereka bergegas merampungkan ‘Drama’, komposisi perdananya dengan formasi anyar dan telah rilis pada 13 November 2020 lalu.

Band yang beranggotakan David (vokal), Opan (gitar), Dedek (gitar), Andre (bass), dan Andra (drum) ini bercerita bahwa banyak hal yang terjadi dalam proses pengerjaan single ‘Drama’ ini. Di tengah proses rekaman, mereka mendapat kabar bahwa Andra, menderita penyakit yang cukup serius dan tak memungkinkan untuk mengikuti sesi rekaman. Dengan sigap, mereka memutuskan Dedek, gitaris MATS yang pernah menjadi juara dua pada ajang Supergitar Competition dari GitarPlus 2014 lalu ini untuk menggambarkan drum midi pada single ini.

Ada pula kendala pada pengisian vokal latar. Proses mixing yang sudah dikejar waktu, mengharuskan mereka untuk berpikir tangkas ketika Fenda, pengisi vokal latar, sedang berada di luar kota. Akhirnya Fenda mengirimkan suaranya melalui voice note yang direkam oleh handphone. Sungguh banyak sekali drama dalam “drama’ ini. Meski begitu, semangat membara yang berkobar di setiap dada para anggota MATS membuat mereka tetap teguh berkarya dan tak henti mencari jalan keluar.

Lagu yang ditulis oleh Opan yang juga pernah menjadi finalis di Supergitar Competition 2015 ini bercerita tentang ungkapan perasaan seseorang yang sudah sangat muak dengan suatu hubungan yang penuh kepura-puraan. Meski selalu berusaha memperbaiki keadaan, namun usahanya kandas karena keadaan yang sudah tak memungkinkan dan memilih mengakhiri hubungan lalu membangun kembali mimpinya.

Tumpahan emosi ‘Drama’ sudah tergambar sejak awal. Efek fade in low cut yang dibubuhkan pada track intro gitar seolah menjadi aktor yang sudah geram untuk meluapkan perasaannya. Disambut musik yang mendukung serta suara David yang hangat menyatu dengan warna musik MATS.

Saat ini, video musik ‘Drama’ sudah dapat dinikmati di kanal youtube resmi mereka.

 

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom