PERAYAAN CURAHAN HATI IWAN FALS & SANDRAYATI FAY DALAM SINGLE ‘16/01’

Catatan Panjang Iwan Fals

Pandemi berkepanjangan ini seolah menjadikan lecutan bagi Iwan Fals untuk tetap bergerak dan berkarya. Kerinduannya tuntas melalui karya yang dibuatnya bersama seorang gadis kelahiran Indonesia yang berdarah Amerika-Filipina, Sandrayati Fay. Single ‘16/01’ ini rilis 30 Juli 2021 lalu.

Gebrakan Iwan Fals pada single ini, sedikit memiliki warna berbeda melalui sentuhan manis Sandrayati Fay. Single berdurasi hampir 8 menit ini mulai diracik oleh mereka berdua dan telah mulai dikerjakan sejak November 2020 lalu. Meski sempat mengalami beberapa kali perubahan judul, akhirnya Iwan Fals memutuskan 16/01 sebagai judul dari karyanya yang bertumbuh segar ini.

“Lagu 16/01 ini dibuat pada tanggal 16 November 2020 sampai 01 Juni 2021. Tanggal 16 dibuat dan tanggal 01 selesai, jadinya 1601. Beberapa kali diubah judul, awalnya 1618 dari 16 November 2020 sampai selesai 18 November 2020. Kemudian menjadi 1610, sampai berapa kali ulang, akhirnya menjadi 1601.” ungkap Iwan Fals pada konferensi pers virtual.

Tak hanya bernyanyi saja, Sandra turut serta dalam menyelesaikan lagu ini. Iwan Fals percaya, bahwa gadis yang pernah tergabung dalam Daramuda, project trio bersama Rara Sekar dan Danilla ini mampu menyelesaikan lirik lagunya.

"Satu malam, mainin gitar, mikir-mikir. Tapi yang paling saya suka adalah kejujurannya. Dalam karyaku juga, cuma bisa jujur saja. Karena kalau sama-sama jujur, gampang kan," jelas Sandra.

Baginya, lagu ini merupakan penggalan waktu setiap kejadian yang dicatatnya setiap hari untuk tetap menulis lagu dan hidup sehat dari membuat lagu dan bernyanyi.

“Tiba-tiba di situ ada Taliban, saliban, kadrun, sodrun, ada goyang, doa, Rusia, Indonesia. Intinya saya cinta.” Ungkap Iwan Fals.

Kolaborasinya bersama Sandrayati Fay terbentuk berkat peran Annisa Cikal Rambu Basae, putri bungsunya. Cikal yang juga menjadi co-produser bersama Lafa Pratomo dalam rekaman ini, merasa bahwa Sandra cocok menyanyikan lagu ini. Iwan sendiri telah lama mengenal Sandra dan sempat bekerja sama pada Konser Situs Budaya 2016 di Panggung Kita.

“Saya pun merasa cocok. Sosok Sandra luar biasa, komunikatif, perhatian terhadap alam, terhadap orang lain, keseimbangan, hal-hal yang positif. Sandra sangat menghayati, ketenangan batin, dan dia suka yoga. Untuk Sandra yang sedang di negeri sana (Islandia), terus semangat. Semoga lagu ini bisa menghangatkanmu yang sedang kedinginan di sana dan tetap menjaga tali silaturahmi.” ucap suami dari Rosanna ini.

Proses Video Klip Lintas Benua

Video klip ‘16/01’ telah rilis di kanal youtube resmi Musica Studio pada 1 Agustus 2021 pukul 16.01. Konsep yang ditawarkan Upie Guava selaku sutradara sungguh memukau dan membuat decak kagum bagi pemirsanya. Upie mampu menuangkan pesan yang ingin disampaikan meski proses kreatifnya melintasi segala macam kendala pandemi, termasuk pengambilan gambar yang berjauhan.

Para musisi pendukung lainnya dalam video klip ini seperti Zara Leola, Nonaria, Maya Hasan, Rara Sekar, Isha Hening, Difki Khalif, Maizura, Shakira Jasmine, dan Stevan Pasaribu turut mengambil bagian, merayakan hidup yang masih bisa disyukuri sambil berjoget-joget.

Video klip ini merupakan hasil kolaborasi teknologi dan imajinasi beda benua yang menghasilkan dua jenis gambar yang berbeda. Sandra merekam gambar-gambarnya di Reykjavik, Islandia, sementara Iwan Fals berakting di Leuwinanggung.

“Rasanya ini sangat relevan dengan keadaan sulit yang kita alami sekarang. Senang sekali bisa ikut untuk mengomunikasikan pesan tentang terus pegangan ke cinta kasih ini ke orang banyak. Iwan Fals selalu punya hati yang besar dan berani untuk ngomong ke luar. Saya selalu terinspirasi sama perspektifnya tentang hidup dan merasa beruntung bisa nyanyi bareng sambil terus merayakan hidup,” tutur Sandra.

Sungguh pemandangan apik dan penuh haru dalam video klip lintas benua, lintas generasi, dan lintas genre yang layak dirayakan dengan goyangan, tawa lepas, dan teriakan puji syukur atas kekuatan bertahan hidup.

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom