'MORNING DEW': SEMANGAT BARU FIRMAN AL HAKIM

Firman Al Hakim, gitaris yang dikenal memiliki teknik speed dan akurasi luar biasa pada sweeping-nya, merilis video klip dan single instrumental “Morning Dew’ tepat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2021 lalu untuk terus menginspirasi  para pejuang pagi agar bisa memberi energi baik bagi lingkungan di sekitarnya.

 

Pria kelahiran 4 Februari 1978 ini sudah banyak mewarnai industri musik nasional dengan kiprahnya sebagai additional player Inang/Iwang Noorsaid (2005), gitaris band progresif ‘Imanissimo’ (2005), dan gitaris band trash metal, ‘Rotor’ (2012). Firman yang mulai belajar gitar sejak tahun 1993 ini juga telah banyak menjuarai berbagai kompetisi gitar.

 

Konsistensi Firman dalam bermusik dibuktikan dengan karya-karyanya yang telah lahir. Pada 2012 lalu, ia meluncurkan mini album bertajuk ‘Optimus Neoclassicus Symphonicus In A Minor’ dan ‘Minor Dignitary’ pada 2015. Akhirnya, setelah lebih dari separuh dekade, gitaris yang pernah menjuarai Festival Guitar Fender Kategori Solo Elektrik Gitar pada 2003 lalu ini melahirkan karya terbarunya ‘Morning Dew’ yang apik dan tentu saja, masih dalam balutan musik instrumental.

 

“Morning Dew,  satu komposisi saya yang baru saja dirilis di platform digital, yang mudah-mudahan mewakili album ketiga yang pengerjaannya masih dalam proses. Pengerjaan 'Morning Dew' memakan waktu kurang lebih 2 bulan di studio pribadi, mixing dan mastering oleh Andrie Tidie, seorang gitaris juga produser musik yang sekarang berdomisili di Makassar”, jelas Firman kepada redaksi GitarPlus.

 

Pada single ‘Morning Blue’, Firman membuat komposisi berbeda dengan materi-materi yang sudah dirilis di album-album sebelumnya. Ia memberi sentuhan nada yang manis dan terdengar sedikit bluesy. Firman mempercayakan proses produksinya pada label Sintesa Pro, pun untuk pembuatan video klip yang mengambil berbagai tempat di Lampung. Firman berharap, video klip ini dapat menggambarkan cerita yang ditulisnya dalam ‘Morning Dew’.

 

Saat ini, ‘Morning Dew’ sudah dapat dinikmati di berbagai kanal musik digital dan video klipnya sudah tayang di kanal youtube Sintesa Pro.

 

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom